Sering Gabung Akad Jasa dan Barang, Ini Alasan Banyak Kontraktor Gagal Jalankan Prinsip Syariah

Home » Syariah & Konstruksi » Kontraktor Syariah Banyak yang Keliru
Terakhir diupdate pada 23/09/2025

Label syariah memang makin ramai dipakai para kontraktor.

Tapi tahukah Anda?

Tak sedikit yang hanya syariah di spanduk, bukan dalam akad.

Banyak proyek yang tampak islami dari luar, padahal secara sistem masih jauh dari prinsip muamalah yang benar.

Untuk memahami prinsip rumah syariah yang benar-benar bebas riba, baca juga panduan lengkap rumah tanpa riba di sini.

Semakin Banyak yang Mencari Kontraktor Syariah, Tapi Tidak Semua Paham Prinsip Dasarnya

Dalam beberapa tahun terakhir, istilah kontraktor syariah makin populer di kalangan masyarakat Muslim, terutama yang ingin membangun rumah atau properti lain tanpa riba dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Banyak yang mengklaim sebagai kontraktor Islami, tapi kenyataannya, sebagian besar gagal menjalankan prinsip syariah secara utuh.

Salah satu kesalahan paling sering ditemukan adalah menggabungkan akad jasa dan barang dalam satu transaksi.

Ini terlihat sepele, tapi secara fiqih sangat bermasalah, dan bisa membatalkan kehalalan seluruh proyek.

Apa Itu Kontraktor Syariah?

Secara umum, kontraktor syariah adalah penyedia jasa pembangunan yang:

  • Menyusun akad secara jelas dan halal
  • Tidak melibatkan riba
  • Menghindari unsur gharar (ketidakjelasan), maysir (spekulasi), dan zhulm (kezaliman)
  • Melibatkan akad terpisah antara jasa dan barang
  • Menjalankan prinsip keadilan dan amanah dalam setiap proyek

Sebagai contoh, Nata Bata, kontraktor syariah di Yogyakarta, menerapkan sistem yang memisahkan akad ijarah (jasa konstruksi) dan wakalah atau jual beli (pengadaan material), agar setiap transaksi memiliki hukum yang jelas dan terhindar dari praktik haram.

Kesalahan Fatal: Menggabungkan Akad Jasa dan Barang

Sebagian besar kontraktor konvensional menawarkan paket “all-in” berupa pembangunan rumah lengkap dengan material. Masalahnya, dalam syariat Islam tidak boleh ada dua akad dalam satu perjanjian apabila keduanya saling tergantung.

Contohnya:

“Saya bangun rumah Anda lengkap beserta materialnya seharga Rp500 juta.”

Sekilas terlihat praktis, tapi akad seperti ini tidak sah menurut fiqih karena:

  • Tidak jelas mana bagian harga untuk jasa, mana untuk material.
  • Peluang konflik atau spekulasi (gharar) sangat tinggi.
  • Kontraktor bisa menaikkan harga material sesukanya tanpa transparansi.
  • Pembeli bisa dirugikan secara tidak sadar, apalagi kalau tidak paham teknis bangunan.

Imam Malik, Imam Syafi’i, dan banyak ulama lain sepakat bahwa mencampur dua akad dalam satu transaksi bisa membatalkan akad atau setidaknya membuatnya rusak (fasid).

Solusi Syariah: Pisahkan Akadnya!

pemisahan akad yang jelas pada kontraktor syariah

Kontraktor syariah menyelesaikan persoalan tersebut dengan cara memisahkan dua urusan:

  1. Akad Jasa Pembangunan (Ijarah)
    • Klien hanya membayar jasa pembangunan.
    • Harga jasa jelas, spesifik, dan rinci.
  2. Akad Material
    • Klien menyediakan sendiri bahan bangunan.
    • Atau menunjuk kontraktor melalui akad wakalah untuk membelikan material.

Dengan pemisahan ini, setiap transaksi menjadi jelas, adil, dan halal, serta memungkinkan klien untuk mengontrol anggaran dengan lebih jujur.

Ciri-Ciri Kontraktor Syariah yang Bisa Dipercaya

Untuk memastikan Anda tidak terjebak kontraktor yang hanya “berlabel” syariah, perhatikan hal-hal berikut:

  • Ada dua akad terpisah: jasa dan barang
  • ✅ Akad disusun secara tertulis, lengkap dengan hak dan kewajiban
  • ✅ Tidak menerima pembayaran dari sumber riba (misalnya pinjaman bank konvensional)
  • ✅ Spesifikasi teknis disampaikan secara rinci, termasuk metode kerja
  • ✅ Memiliki sistem pelaporan dan pengawasan progres yang transparan
  • ✅ Berani menjelaskan dasar syariah dari setiap langkah bisnisnya

Untuk penjelasan lebih detail tentang bagaimana membedakan kontraktor yang benar-benar amanah dengan yang hanya menggunakan label syariah, silakan baca ciri-ciri kontraktor syariah yang bisa dipercaya.

Kapan Anda Harus Memilih Kontraktor Syariah?

Jika Anda:

  • Seorang Muslim yang ingin membangun properti sesuai syariat Islam
  • Menghindari penggunaan dana riba dalam pembiayaan proyek
  • Ingin bekerja sama dengan tim yang transparan, jujur, dan profesional
  • Memiliki niat menjadikan rumah/tempat usaha sebagai tempat yang berkah

Maka inilah saat yang tepat untuk memilih kontraktor Islami yang memahami nilai-nilai syariah dan menerapkannya secara konsisten.

Tips Memilih Kontraktor Syariah Terbaik

  1. Lihat Portofolio Proyek Sebelumnya
    Periksa apakah mereka telah mengerjakan proyek-proyek nyata dengan sistem syariah.
  2. Tinjau Dokumen Akad yang Digunakan
    Apakah sudah sesuai syariat dan tidak mengandung gharar atau riba?
  3. Minta Penjelasan Detail Tentang Sistem Pembayaran
    Pastikan tidak ada bunga, penalti keterlambatan sepihak, atau biaya tersembunyi.
  4. Cari Kontraktor Lokal yang Syariah-Oriented
    Misalnya, jika Anda tinggal di Bantul atau Yogyakarta, Anda bisa bekerja sama dengan kontraktor seperti Nata Bata yang memang dikenal menerapkan sistem syariah dalam jasa bangun.

Studi Kasus: Cara Nata Bata Menyusun Proyek Tanpa Riba

Sebagai contoh, Nata Bata, kontraktor syariah yang beroperasi di Bantul, Yogyakarta, menggunakan sistem berikut:

  • Sebelum proyek dimulai, disusun dua dokumen:
    1. Surat Perjanjian Jasa Konstruksi (Ijarah)
    2. Surat Kuasa/Wakalah Belanja Material
  • Klien diberi pilihan untuk:
    1. Membeli sendiri material dari supplier
    2. Atau menunjuk Nata Bata sebagai wakil untuk belanja (tanpa mark up tersembunyi)
  • Tidak ada sistem uang muka bunga atau penalti keterlambatan yang tidak adil
  • Ada jaminan mutu selama masa garansi pekerjaan 3 bulan

Metode ini membuat proyek menjadi transparan dan sesuai tuntunan syariah, sambil tetap menjaga standar kualitas teknis bangunan.

Kenapa Pemisahan Akad Itu Krusial?

Memisahkan akad bukan sekadar teknis administratif. Ini adalah pondasi utama agar pembangunan rumah menjadi ibadah, bukan sekadar urusan dunia. Sebab dalam Islam, akad adalah ikatan moral dan hukum, bukan hanya kontrak legal.

Dengan akad yang jelas:

  • Setiap pihak tahu hak dan kewajibannya
  • Tidak ada manipulasi harga
  • Tidak ada pengambilan keuntungan yang merugikan salah satu pihak
  • Keberkahan hadir dalam proses pembangunan

Kesimpulan

Memilih kontraktor syariah bukan hanya soal mengikuti tren, tetapi merupakan wujud komitmen terhadap nilai-nilai Islam. Anda tidak hanya membangun fisik bangunan, tetapi juga fondasi spiritual untuk keluarga dan generasi mendatang.

Jasa bangun tanpa riba yang dijalankan secara amanah, transparan, dan profesional adalah solusi ideal bagi umat Muslim yang menginginkan proyek konstruksi yang halal dan berkah.

Di Mana Menemukan Kontraktor Syariah?

Kini sudah mulai banyak penyedia jasa bangun tanpa riba di berbagai daerah. Tapi untuk wilayah DIY dan sekitarnya, Nata Bata menjadi salah satu pelopor kontraktor yang secara konsisten menerapkan prinsip-prinsip ini.

🧭 Lokasi: Bantul, Yogyakarta
🌐 Website: www.natabata.co.id
📞 Konsultasi gratis proyek syariah: 081 77 9494 789 external link