Rumah Syariah Tak Hanya Soal Arah Kiblat, Ini Panduan Lengkap Bangun Rumah Syariah dari Nol!

Home » Syariah & Konstruksi » Rumah Syariah Tak Hanya Soal Arah Kiblat
Terakhir diupdate pada 23/09/2025
Rumah Syariah Tak Hanya Soal Arah Kiblat, Ini Panduan Lengkap Bangun Rumah Syariah dari Nol!

Banyak umat Muslim yang ingin membangun rumah bukan sekadar tempat tinggal, tapi juga tempat ibadah, tumbuh, dan hidup dalam keberkahan. Rumah syariah hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut.

Namun, masih banyak yang menyamakan rumah syariah hanya dengan rumah tanpa riba. Padahal, bangun rumah syariah adalah sebuah proses menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga eksekusi, yang harus sesuai dengan prinsip Islam.

Untuk memahami apa yang dimaksud dengan rumah tanpa riba secara utuh, termasuk bagaimana cara membangunnya dari awal hingga akad yang sah, silakan baca artikel Rumah Tanpa Riba sebagai panduan utama.

Artikel ini akan mengupas tuntas panduan membangun rumah syariah dari nol, termasuk desain islami, pembiayaan halal, hingga pemilihan kontraktor yang paham nilai-nilai syariah.

Apa Itu Rumah Syariah?

Rumah syariah adalah hunian yang dibangun dan didesain sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, baik dari sisi pembiayaan, desain, tata ruang, hingga aspek sosial dan spiritual. Konsep ini tidak hanya fokus pada transaksi bebas riba, tapi juga memperhatikan adab, fungsi ruang, arah kiblat, hingga interaksi antar penghuni.

Ciri-ciri rumah syariah:

  • Pembiayaan tanpa riba (tanpa KPR bank konvensional).
  • Desain rumah mempertimbangkan nilai-nilai Islami.
  • Arah kiblat diperhatikan dalam tata letak ruang.
  • Privasi anggota keluarga, terutama perempuan, dijaga.
  • Memiliki ruang ibadah atau musala di dalam rumah.
  • Menghindari unsur pemborosan (tabdzir).

Namun, konsep rumah syariah tidak akan terwujud tanpa kontraktor yang benar-benar amanah. Untuk mengenali tanda-tandanya, silakan baca 5 ciri kontraktor syariah yang bisa dipercaya.

Langkah Awal Bangun Rumah Syariah

1. Niat yang Lurus dan Konsultasi dengan Ahli

Segala sesuatu dalam Islam bermula dari niat. Niatkan pembangunan rumah bukan semata-mata status sosial, tapi untuk menumbuhkan keluarga yang sakinah dan menjaga nilai-nilai keislaman. Setelah itu, cari kontraktor yang mengerti prinsip syariah, seperti Nata Bata – Kontraktor Syariah external link, yang menggabungkan profesionalisme dan nilai Islam.

2. Riset dan Tentukan Lokasi

Pilih lokasi yang strategis, aman, dan mendukung gaya hidup Islami. Dekat dengan masjid, sekolah Islam, dan komunitas Muslim menjadi nilai plus.

Untuk Anda yang tinggal di wilayah Bantul Yogyakarta, kawasan seperti Banguntapan dan Sewon kini mulai ramai dituju oleh keluarga Muslim muda karena banyak tersedia kavling syariah.

Untuk panduan umum membangun rumah dari tahap nol, kamu bisa baca artikel proses bangun rumah dari nol hingga selesai.

Merancang Desain Islami dalam Rumah

Desain islami bukan berarti ornamen Arab semata. Justru, rumah syariah menekankan fungsionalitas, kesederhanaan, dan keberkahan.

Beberapa elemen desain rumah syariah:

  • Ruang Wudhu & Musala: Sebaiknya dirancang dekat dengan kamar tidur dan ruang keluarga.
  • Tata Letak Menghadap Kiblat: Usahakan arah tidur dan ruang salat sejalan dengan kiblat.
  • Privasi Maksimal: Fasad rumah, jendela, dan pintu dirancang agar tidak mudah terlihat dari luar.
  • Ruang Tamu Terpisah: Tamu laki-laki tidak langsung berinteraksi dengan area keluarga.
  • Ventilasi & Cahaya Alami: Rumah yang sehat dan hemat energi juga bagian dari sunnah.

Jika Anda butuh inspirasi desain, pelajari proyek-proyek yang menggabungkan elemen Islami klasik dan modern di Architizer tentang “Middle East Modernism” external link, atau baca ulasan AGi Architects mengenai konsep courtyard house dalam artikel “The courtyard house, domestic paradise external link” untuk inspirasi privasi dan ventilasi alami.

Untuk perspektif interior Islami kontemporer, cek artikel InjARCH external link yang membahas integrasi ruang ibadah, taman dalam, dan sirkulasi cahaya.

Hindari Riba: Pilih Pembiayaan Sesuai Syariah

Membiayai rumah tanpa riba adalah salah satu tantangan terbesar. Berikut beberapa alternatif pembiayaan rumah syariah:

  • Cash keras: Metode paling sesuai syariat karena tidak melibatkan perantara maupun bunga.
  • KPR Syariah Non Bank: Sistem jual beli langsung antara developer dan pembeli menggunakan akad murabahah (jual beli dengan margin keuntungan yang disepakati).
  • Koperasi Syariah: Beberapa koperasi menyediakan pembiayaan rumah dengan cicilan yang berbasis akad syariah.
  • Wakaf Tunai atau Kolektif: Cocok jika pembangunan rumah bersifat non-komersial, misalnya rumah wakaf atau rumah sosial.

Catatan penting:
Meskipun akad istisna’ (pemesanan barang yang akan dibuat) sering disebut dalam pembangunan rumah, akad ini sebenarnya tidak sah jika tidak memungkinkan serah terima barang secara penuh, seperti halnya dalam pembangunan rumah. Karena rumah tidak bisa langsung diserahterimakan saat akad dibuat (karena belum dibangun), maka penggunaannya rawan melanggar prinsip syariah.

Sebagai gantinya, akad yang diperbolehkan untuk proyek pembangunan rumah adalah:

  • Wakalah bil ujrah untuk jasa kontraktor: Pemilik rumah menunjuk kontraktor sebagai wakil (melalui akad wakalah) untuk mengelola pembangunan dengan imbalan jasa (ujrah). Penjelasan lebih lengkap mengenai akad ini bisa kamu baca di artikel tersebut.
  • Wakalah pembelian material: Jika pemilik rumah tidak mengurus pengadaan material, maka kontraktor bisa diberi amanah melalui akad wakalah untuk membelinya atas nama pemilik rumah.

Dengan pemisahan yang jelas antara jasa dan material, serta akad yang terstruktur, pembangunan rumah bisa berjalan sesuai prinsip syariah.

Pemilihan Kontraktor: Cari yang Berpengalaman & Amanah

Sebelum proses pembangunan dimulai, pastikan Anda memiliki kontrak kerja proyek renovasi yang jelas agar tidak terjadi salah paham di kemudian hari.

Tak kalah penting, pilih kontraktor yang tidak hanya jago membangun, tapi juga paham syariat. Saat ini, beberapa kontraktor syariah di Indonesia, seperti Nata Bata, sudah menawarkan layanan bangun rumah yang memisahkan akad jasa dan material, sesuai prinsip fiqih muamalah.

Checklist kontraktor syariah:

  • Memiliki SOP yang transparan.
  • Akad jasa dan barang dipisahkan.
  • Menyediakan laporan progres secara berkala.
  • Siap dikaji ulang akadnya oleh ustaz/ahli syariah.
  • Menyediakan garansi pekerjaan dan klarifikasi garansi sesuai syariat.

Pastikan kamu memilih jasa kontraktor yang terpercaya dan amanah. Baca panduan lengkapnya di artikel tips memilih jasa kontraktor terpercaya.

Biaya dan Estimasi Anggaran Bangun Rumah Syariah

Biaya dan Estimasi Anggaran Bangun Rumah Syariah, Gambar ini menggambarkan interaksi antara kontraktor dan pengantar material dengan konteks wakalah, sesuai prinsip syariah

Biaya pembangunan rumah tidak selalu lebih mahal. Kunci utamanya adalah efisiensi desain dan pemilihan material yang tepat.

Contoh estimasi biaya (untuk rumah tipe 60 di Bantul, Yogyakarta):

KomponenEstimasi Biaya
Jasa kontraktor syariahRp 80.000.000 – Rp 100.000.000
Material (dipisah akad)Rp 120.000.000 – Rp 150.000.000
Desain & perizinanRp 10.000.000 – Rp 20.000.000
Total estimasiRp 210.000.000 – Rp 270.000.000

Catatan: Harga dapat berubah tergantung lokasi dan spesifikasi.

Tips Tambahan Agar Rumah Lebih Berkah

  • Awali dengan salat istikharah sebelum beli tanah.
  • Gunakan jasa notaris syariah jika akad melibatkan pihak ketiga.
  • Perhatikan hak tetangga saat membangun, terutama soal ketinggian dan drainase.
  • Sisakan ruang hijau untuk menanam tanaman atau membuat kebun mini.
  • Hindari desain yang mewah berlebihan. Sederhana dalam Islam justru lebih utama.

Kesalahan Umum Saat Membangun Rumah Syariah

  1. Menggabungkan akad jasa dan barang dalam satu transaksi.
  2. Tidak memisahkan ruang publik dan privat.
  3. Mengabaikan arah kiblat saat desain.
  4. Terlalu fokus pada ornamen tanpa fungsi.
  5. Memilih pembiayaan yang samar akadnya.

Sebelum membangun, pahami dulu kesalahan fatal bangun rumah yang sering terjadi agar bisa kamu hindari sejak awal.

Penutup: Rumah Syariah adalah Investasi Dunia-Akhirat

Membangun rumah syariah bukan hanya soal bebas riba atau desain islami. Ini adalah tentang membangun tempat tinggal yang mendekatkan diri kepada Allah, menjaga keluarga, dan menebar rahmat di lingkungan. Tidak ada yang instan dalam proses ini, tapi setiap langkah yang dijalani dengan niat baik akan membawa keberkahan.

Jika Anda serius ingin mulai merancang rumah impian sesuai syariah, konsultasikan rencana Anda kepada kontraktor terpercaya seperti Nata Bata, yang siap membantu Anda dari nol hingga tuntas, tanpa meninggalkan prinsip-prinsip Islam.